Minggu, 10 Februari 2013

Pemerintah Australia Akan Bantu Madrasah di Gowa

Sungguminasa, (Pelaksana Humas Gowa). Madrasah Development Centre (MDC) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Block Grant SSQ C-3 dan Program Akreditasi Madrasah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah swasta di lingkungan Kemenag Gowa dihelat pada hari rabu (30/01). Kepala Seksi Mapenda Kantor Kemenag Gowa, H. Abd. Rahman membuka acara secara resmi. Sebelumnya, Rahman juga menghadiri kegiatan yang sama di tingkat Provinsi.
Sosialisasi ini merupakan lanjutan kegiatan MDC di Indonesia. Di Sulsel, tiga Kabupaten yang terpilih yakni Kabupaten Gowa, Jeneponto dan Bulukumba.Sebelumnya, pada tahap I MDC menggelar kegiatan yang sama yang ditempatkan di tujuh provinsi di pulau Sumatera dan Kalimantan.
Tampil sebagai narasumber, salah satu tim MDC Sulawesi Selatan, Dr. Ishak Samad. Ia memberikan pemaparan mengenai proses pemilihan madrasah yang akan mendapatkan dukungan dana dari Australia. Menurutnya, terdapat alur yang harus dipenuhi sebelum madrasah dapat diberi bantuan, seperti data nasional, seleksi provinsi dan kabupaten, nominasi, assesment, persetujuan (kemenag dan AusAID), verifikasi dan kontrak kerja. Jika memenuhi persyaratan, setiap madrasah akan mendapat bantuan dana sebesar 10.000 dollar Australia atau setara dengan Rp. 101.110.000 (baca: seratus satu juta sebelas ribu rupiah) (kurs, 1 Dollar Aus = Rp. 10.111)
Ishak juga menambahkan, bahwa pemerintah Australia tidak hanya memberi bantuan begitu saja, mereka tetap mendampingi penggunaan dan kegiatan peningkatan mutu pendidikan, sehingga bantuan betul-betul dapat bermanfaat.
MDC merupakan kerja sama antara Pemerintah RI dengan Australia dalam hal peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas. Salah satu program pendidikan terebut mendukung kementerian Agama dalam menerapkan kerangka strategis program akreditasi madrasah. Dalam penerapannya AUSAID membentuk School System and Quality (SSQ) komponen 3 dan Kemenag membentuk Unit Pelaksana Program Akreditasi Madrasah (UPPAM). (Idris Musi/wardy)

UIN Alauddin Uji Kompetensi Guru Madrasah

Sungguminasa, (Pelaksana Humas Gowa). Sebanyak 81 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se- Kabupaten Gowa mengikuti Evaluasi Diklat Peningkatan Kompetensi guru PAI, Senin (28/01) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa. Kegiatan ini dilaksanakan oleh LPTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Tenaga pendidik tersebut berasal dari tingkat SMU dan SLTP
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengukur kompetensi guru PAI sekaligus sebagai upaya meningkatkan pengetahuan para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Metode yang digunakan ialah ceramah dan tes. Untuk metode tes, pelaksana kegiatan menurunkan delapan orang tim penguji. Sesekali terlihat koordinator pelaksana mendampingi para peserta yang nampak serius mengikuti ujian ini.
Kompetensi guru merupakan kemampuan, keahlian dan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru dalam menjalankan proses pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran sampai kepada pengevaluasian. Dalam hal pengevaluasian, seorang guru dikatakan berkompeten apabila memahami teknik dan prosedur evaluasi, serta mampu melaksanakan evaluasi sehingga didapat hasil evaluasi yang digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar.
Pelaksanaan evaluasi tersebut dimulai dari perencanaan evaluasi, Pelaksanaan evaluasi pembelajaran tersebut dimulai dari merumuskan perencanaan evaluasi, menganalisis kebutuhan (menentukan tujuan penilaian, mengidentifikasi kompetensi dan hasil belajar, menyusun kisi-kisi atau blueprint, mengembangkan draft instrumen, uji coba dan analisis instrumen, revisi dan merakit instrument baru), monitoring evaluasi, mengolah dan menafsirkan data serta pelaporan dan tindak lanjut hasil evaluasi.
Selain Kabupaten Gowa, UIN Alauddin juga melaksanakan kegiatan yang sama di tiga tempat, yakni Kabupaten Takalar, Jeneponto dan Kota Makassar. (Idris Musi/wardy).sulselkemenag.go.id

Guru Bukan Hanya Mengajar, Tetapi Mendidik

Makassar, (Pelaksana Humas Gowa). Setelah berlangsung selama tiga hari, pelatihan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) dinyatakan selesai. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, HM. Ahmad Muhajir AF menutup secara resmi kegiatan pada hari Ahad, (19/1) di Hotel Coklat Makassar.
Sebelum menutup kegiatan, Muhajir juga menjadi narasumber dengan membawakan materi Kebijakan Teknis tentang Pendidikan Agama Islam. Di hadapan 40 orang peserta yang merupakan guru PAI di Kabupaten Gowa, ia mengemukakan perbedaan antara mendidik dan mengajar. ”guru di era sekarang jangan hanya mengajar, tapi harus mendidik”, imbuhnya.
Didampingi oleh Humas Kemenag Gowa, mantan kepala KUA kec. Sombaopu ini juga menggambarkan metode pembelajaran guru di masa dimana ia masih menduduki bangku sekolah. ”Dulu itu, hanya sedikitji teori yang diajarkan tentang agama, tetapi guru kami menuntun ke masjid, mengajar agar tidak membentak orang tua, mendampingi murid mengaji dan ilmu lain yang mendidik”, pungkasnya.
Selain itu, Wakil Ketua MUI Kab. Gowa ini menguraikan beberapa permasalahan yang dihadapi di dunia pendidikan khususnya guru. ”Ada tiga masalah utama yang dihadapi oleh guru, diantaranya kualitas guru, kuantitas guru dan kesejahteraan”, katanya (Idris Musi)sulselkemenag.go.id

Minggu, 20 Januari 2013

Kakanwil Kemenag Sulsel Buka Pelatihan MGMP PAI

Makassar, (Pelaksana Humas Gowa). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H.M. Gazali Suyuti membuka pelatihan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kab. Gowa. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at (18/1) di hotel Coklat Makassar.
Hadir pada acara pembukaan, Kepala Sub Bidang Kurikulum Direktorat Jenderal PAI Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Amron, yang sekaligus akan menjadi salah satu narasumber kegiatan. Dalam sambutannya Amron mengatakan bahwa guru PAI mempunyai tugas yang sangat penting dalam pembinaan siswa khususnya dalam pembentukan sikap dan akhlak. Ia juga menggambarkan insiden tawuran pelajar yang akhir-akhir ini terjadi sebagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama bagi guru PAI.
Ketua panitia pelaksana, H. Muh. Syakri B dalam laporannya menyebutkan, pelatihan ini bertujuan memberi pemahaman komprehensif tentang kompetensi predologik dan kemampuan profesional guru PAI. Bukan hanya itu, kegiatan ini diharapkan memberikan wawasan keagamaan, pengetahuan umum serta informasi teknologi terkait dengan tugas guru PAI.
Ditemui di tempat terpisah, kepala seksi Mapenda (Madrasah dan Pendidikan Agama Islam) kantor Kemenag Kab. Gowa, Abd. Rahman mengatakan, pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari (18-20 Januari 2013) yang diikuti 40 peserta yang merupakan guru PAI yang ada di Kab. Gowa. Peserta akan menerima materi selama 32 jam pelajaran yang mencakup tentang kebijakan tehnis terhadap pendidikan, peningkatan profesionalisme guru, penyusunan perangkat pembelajaran serta materi lain yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi guru PAI.(Idris Musi)